Senin, 27 Juli 2009
Hari Besar Indonesia
Tanggal 1 Januari Diperingati Sebagai Hari Raya Tahun Baru MasehiTanggal 10 Januari Diperingati Sebagai Hari TrituraTanggal 15 Januari Diperingati Sebagai Hari Peristiwa Laut atau SamuderaTanggal 25 Januari Diperingati Sebagai Hari GiziTanggal 9 Februari Diperingati Sebagai Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan IndonesiaTanggal 13 Februari Diperingati Sebagai Hari FarmasiTanggal 1 Maret Diperingati Sebagai Hari Kehakiman IndonesiaTanggal 9 Maret Diperingati Sebagai Hari Wanita IndonesiaTanggal 11 Maret Diperingati Sebagai Hari Surat Perintah 11 Maret (Supersemar)Tanggal 18 Maret Diperingati Sebagai Hari Arsitektur IndonesiaTanggal 24 Maret Diperingati Sebagai Hari Peringatan Bandung Lautan ApiTanggal 6 April Diperingati Sebagai Hari Nelayan IndonesiaTanggal 9 April Diperingati Sebagai Hari Penerbangan NasionalTanggal 19 April Diperingati Sebagai Hari Pertahanan Sipil (Hansip)Tanggal 21 April Diperingati Sebagai Hari Peringatan RA. KartiniTanggal 24 April Diperingati Sebagai Hari Angkutan NasionalTanggal 27 April Diperingati Sebagai Hari Lembaga Pernasyarakatan IndonesiaTanggal 1 Mei Diperingati Sebagai Hari Peringatan Pernbebasan Irian BaratTanggal 2 Mei Diperingati Sebagai Hari Pendidikan NasionalTanggal 3 Mei Diperingati Sebagai Hari SuryaTanggal 20 Mei Diperingati Sebagai Hari Kebangkitan NasionalTanggal 21 Mei Diperingati Sebagai Hari Buku NasionalTanggal 1 Juni Diperingati Sebagai Hari Lahirnya PancasilaTanggal 3 Juni Diperingati Sebagai Hari Pasar Modal IndonesiaTanggal 21 Juni Diperingati Sebagai Hari Krida PertanianTanggal 22 Juni Diperingati Sebagai Hari Ulang Tahun Kota JakartaTanggal 24 Juni Diperingati Sebagai Hari Bidan IndonesiaTanggal 29 Juni Diperingati Sebagai Hari Keluarga Berencana NasionalTanggal 1 Juli Diperingati Sebagai Hari BhayangkaraTanggal 23 Juli Diperingati Sebagai Hari Anak-anak IndonesiaTanggal 5 Juli Diperingati Sebagai Hari Bank IndonesiaTanggal 12 Juli Diperingati Sebagai Hari Koperasi IndonesiaTanggal 22 Juli Diperingati Sebagai Hari KejaksaanTanggal 10 Agustus Diperingati Sebagai Hari Veteran NasionalTanggal 14 Agustus Diperingati Sebagai Hari Pramuka (Praja Muda Karana)Tanggal 17 Agustus Diperingati Sebagai Hari Proklamasi Kemerdekaan IndonesiaTanggal 18 Agustus Diperingati Sebagai Hari Konstitusi Republik IndonesiaTanggal 19 Agustus Diperingati Sebagai Hari Departemen Luar NegeriTanggal 21 Agustus Diperingati Sebagai Hari Maritim NasionalTanggal 1 September Diperingati Sebagai Hari Polwan (Polisi Wanita)Tanggal 8 September Diperingati Sebagai Hari AksaraTanggal 8 September Diperingati Sebagai Hari Pamong PrajaTanggal 11 September Diperingati Sebagai Hari RRI (Radio Republik Indonesia)Tanggal 17 September Diperingati Sebagai Hari Perhubungan NasionalTanggal 17 September Diperingati Sebagai Hari Palang Merah IndonesiaTanggal 24 September Diperingati Sebagai Hari Agraria Nasional (Hari Tani)Tanggal 28 September Diperingati Sebagai Hari Kereta ApiTanggal 29 September Diperingati Sebagai Hari SarjanaTanggal 30 September Diperingati Sebagai Hari Berkabung Nasional GestipuTanggal 1 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kesaktian PancasilaTanggal 5 Oktober Diperingati Sebagai Hari Ulang Tahun ABRITanggal 15 Oktober Diperingati Sebagai Hari Hak Asasi BinatangTanggal 16 Oktober Diperingati Sebagai Hari Parlemen Republik IndonesiaTanggal 24 Oktober Diperingati Sebagai Hari Dokter IndonesiaTanggal 27 Oktober Diperingati Sebagai Hari Penerbangan NasionalTanggal 28 Oktober Diperingati Sebagai Hari Sumpah PemudaTanggal 30 Oktober Diperingati Sebagai Hari KeuanganTanggal 3 November Diperingati Sebagai Hari KerohanianTanggal 10 November Diperingati Sebagai Hari PahlawanTanggal 12 November Diperingati Sebagai Hari Kesehatan NasionalTanggal 21 November Diperingati Sebagai Hari PohonTanggal 25 November Diperingati Sebagai Hari Guru (PGRI)Tanggal 4 Desember Diperingati Sebagai Hari ArtileriTanggal 9 Desember Diperingati Sebagai Hari Armada Republik IndonesiaTanggal 12 Desember Diperingati Sebagai Hari TransmigrasiTanggal 15 Desember Diperingati Sebagai Hari InfanteriTanggal 19 Desember Diperingati Sebagai Hari TrikoraTanggal 20 Desember Diperingati Sebagai Hari SosialTanggal 22 Desember Diperingati Sebagai Hari Ibu
Senin, 18 Mei 2009
Rujukan Lengkap Menguasai Fisika
WAHYUMEDIA ==Fisika terdiri dari berbagai materi, rumus, dan persoalan yang telah ditemukan oleh para pakar di bidang ini. Yakni mulai dari ditemukannya ilmu fisika ini sampai penemuan dan pengembangan terakhir. Tentu saja materinya cukup banyak dan membutuhkan pemetaan atau klasifikasi khusus untuk mengatur topik masing-masing agar sistematis.Dalam praktiknya, pada setiap jenjang pendidikan di sekolah lanjutan tidak mungkin memuat setiap materi ilmu fisika dalam satu buku sekaligus. Materinya dipecah-pecah menjadi beberapa bagian, mulai dari yang termudah dahulu dan mendasar sesuai jenjangnya. Pada jenjang sekolah lanjutan atas, seperti Sekolah Menengah Atas (SMA), materi yang dipelajari juga berdasarkan klasifikasi yang telah disesuaikan berdasarkan aturan kurikulum. Terpecah-pecah berdasarkan semester, mulai dari kelas 1, 2, dan 3. Oleh sebab itu, ketika siswa akan menghadapi ujian Ebtanas atau Ujian Nasional (UN), siswa harus mengumpulkan beberapa buku yang terpisah tersebut mulai dari kelas pertama sampai akhir buku yang dipelajarinya. Dan, harus mengulangnya dalam memelajari materi-materi yang telah diajarkan di belakang. Tentu saja, hal ini sedikit merepotkan, terutama apabila ada sebagian dari buku-buku tersebut hilang atau rusak. Demi mengatasi hal-hal di atas dan mencari jalan kemudahan dari kesulitan yang sekiranya akan merepotkan sehingga menghambat proses belajar, diperlukannya sebuah buku kumpulan yang sistematis, yakni mulai dari kelas 1 sampai kelas 3. Bahkan, tidak hanya kumpulan materinya, tapi juga berikut kumpulan soal-soal dan latihan yang telah diujikan. Nah, untuk itu, WahyuMedi menerbitkan Buku Pintar Fisika SMA yang disusun oleh Drs. Joko Untoro. Buku ini menjadi solusi mudah dan menjadi rujukan yang tepat karena berisi kelengkapan materi fisika SMA mulai dari kelas 1 sampai kelas 3.Buku ini disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku. Materinya ditujukan untuk siswa SMA kelas 1, 2, dan 3. Konsep buku ini lebih menitikberatkan pada proses menuntun belajar siswa dengan cara mudah, terperinci, dan lugas. Dengan demikian, siswa dapat belajar sendiri dari satu bab ke bab yang lain dengan mudah meskipun tanpa dibimbing guru.Selain bagi siswa, buku ini juga dapat digunakan untuk para pengajar sebagai buku pendamping dan penunjang dari buku pelajaran fisika yang sudah diajarkan di sekolah. Buku ini dapat membantu siswa dalam memahami pelajaran fisika, dari tidak suka fisika menjadi suka, dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari bisa menjadi lebih pintar.Selamat belajar. Semoga sukses!
Kamis, 14 Mei 2009
Bermula dari Fisika itu Asyik
SEORANG guru menyuruh salah satu siswa ke depan kelas. Sampai di depan, siswa itu diminta berjalan santai kembali ke tempat duduknya. Ketika siswa berjalan, sang guru mendadak mendorong punggung siswa itu. Sempoyonganlah dia, hingga menabrak tembok. Semua penghuni kelas pun tertawa lepas, karena menganggap adegan itu lucu.
Guru itu, Handoyo namanya, adalah guru fisika Yohanes Surya di SMA. Dia sesungguhnya sedang menerangkan tentang percepatan, bahwa siswa itu terdesak karena ada dorongan dari belakang yang disebut percepatan.
Handoyo memang bukan orang pertama yang mengenalkan Surya pada fisika. Tapi Handoyolah yang mampu menebarkan pesona fisika pada diri lelaki kelahiran Jakarta, 6 November 1963 itu. "Kepintaran Pak Handoyo dalam menerangkan substansi fisika itu menjadi kekuatan yang mengubah gambaran saya bahwa fisika pada dasarnya asyik. Pak Handoyo berhasil menerangkan fisika dengan pendekatan yang sederhana, yaitu mengaitkannya dengan hal-hal yang ada di sekelilingnya," beber Yohones Surya dalam bukunya, Fisika untuk Semua (2004).
Salah seorang teman sekolahnya pun selalu memanggil dia sebagai bapak ilmu pengetahuan. "Saat itu saya merasa diledek. Tapi mungkin ledekan itu juga yang justru jadi kekuatan," kata lelaki murah sapa ini.
Keinginannya untuk belajar pun kian besar. Setamat SMA, dia memantapkan pilihan pada Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia dan lulus 1986. Selanjutnya ia menempuh program master dan doktor di College of William and Mary, Virginia Amerika Serikat.
Program masternya diselesaikan tahun 1990 dan program doktor 1994 dengan indeks prestasi kumulatif 4,00 (dari maksimum 4,00). Semua dengan predikat best graduate cum laude. Selama menyelesaikan program master dan doktor, ia pernah bekerja sebagai teaching assistant di College of William and Mary (1988) dan sebagai research assistant di College of William and Mary (1989-1994).
Tahun 1992, di tengah-tengah kesuntukan kuliah, Surya tergerak oleh sebuah pengumuman bahwa William & Marry College menjadi tuan rumah International Physics Olympiads di Halics, 1993. Bersama temannya, Agus Ananda, dan FMIPA UI, dia menggembleng lima siswa untuk mengikuti lomba itu. Hasilnya, Indonesia mendapat satu perunggu dan satu honourable mention.
Keterlibatan dan andilnya untuk hal yang satu itu kian besar. Apalagi sejak 1933 dia duduk sebagai anggota pengurus Olimpiade Fisika Internasional dan Ketua Tim Olimpiade Fisika Indonesia, hingga kini. Dia juga menjadi pengajar dan peneliti pada program pascasarjana UI untuk bidang fisika nuklir (1995-1998).
Dia pun makin mantap di bidang ini dengan dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Bidang Fisika, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Maret tahun ini.
Pengalaman Unik
Bertahun-tahun menggembleng para jenius, President of Asian Phisics Olimpiad ini juga memiliki pengalaman unik. "Ada anak didik saya yang nyeleneh dan kadang membuat saya tertawa geli. Kalau diajar di dalam kelas, dia membawa binatang. Kadang kodok, ayam, atau burung. Bahkan ia sempat menggiring beberapa bebek ke kelas. Jadinya ramai, wek-wek wek-wek. Tapi saya banyak belajar dari mereka," kenang suami Christina Surya ini.
Dari tahun ke tahun, upaya Yohanes Surya menggembleng anak-anak untuk merebut keping-keping medali di ajang adu pintar fisika tingkat dunia pun makin banyak menuai prestasi. Dengan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) yang dia pimpin, dia menggandeng Depdiknas untuk terus menjaring potensi fisikawan muda erta menggemblengnya.
Hasilnya, tahun 2002 di Olimpiade Fisika Internasional, siswa asuhannya berhasil meraih 3 emas. Tahun 2003, berhasil meraih 6 emas pada Olimpiade Fisika Asia di Thailand sekaligus merebut gelar juara umum.
"Saya ingin Indonesia terkenal, terhormat di mata internasional," katanya.
Karena itu pula, sekalipun sarat prestasi fisika, "Saya lebih suka disebut sebagai mediator, atau lebih tepat fasilitator untuk anak-anak meraih hadiah Nobel atau medali emas," katanya.
Di luar itu, Yohanes Surya merupakan penulis produktif bidang fisika. Buku-buku yang sudah dan akan dipublikasikan meliputi IPA Dibuat Mudah untuk siswa SD (8 edisi), Fisika Itu Mudah untuk siswa SLTP (9 edisi), dan Fisika Itu Mudah untuk siswa SMA (9 edisi).
Ia juga menulis komik fisika Archie dan Meidy serta percobaan fisika untuk anak-anak dalam bentuk kartun dengan judul Fisika Itu Asyik.
Sumber : Suara Merdeka (1 Agustus 2004)
Guru itu, Handoyo namanya, adalah guru fisika Yohanes Surya di SMA. Dia sesungguhnya sedang menerangkan tentang percepatan, bahwa siswa itu terdesak karena ada dorongan dari belakang yang disebut percepatan.
Handoyo memang bukan orang pertama yang mengenalkan Surya pada fisika. Tapi Handoyolah yang mampu menebarkan pesona fisika pada diri lelaki kelahiran Jakarta, 6 November 1963 itu. "Kepintaran Pak Handoyo dalam menerangkan substansi fisika itu menjadi kekuatan yang mengubah gambaran saya bahwa fisika pada dasarnya asyik. Pak Handoyo berhasil menerangkan fisika dengan pendekatan yang sederhana, yaitu mengaitkannya dengan hal-hal yang ada di sekelilingnya," beber Yohones Surya dalam bukunya, Fisika untuk Semua (2004).
Salah seorang teman sekolahnya pun selalu memanggil dia sebagai bapak ilmu pengetahuan. "Saat itu saya merasa diledek. Tapi mungkin ledekan itu juga yang justru jadi kekuatan," kata lelaki murah sapa ini.
Keinginannya untuk belajar pun kian besar. Setamat SMA, dia memantapkan pilihan pada Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia dan lulus 1986. Selanjutnya ia menempuh program master dan doktor di College of William and Mary, Virginia Amerika Serikat.
Program masternya diselesaikan tahun 1990 dan program doktor 1994 dengan indeks prestasi kumulatif 4,00 (dari maksimum 4,00). Semua dengan predikat best graduate cum laude. Selama menyelesaikan program master dan doktor, ia pernah bekerja sebagai teaching assistant di College of William and Mary (1988) dan sebagai research assistant di College of William and Mary (1989-1994).
Tahun 1992, di tengah-tengah kesuntukan kuliah, Surya tergerak oleh sebuah pengumuman bahwa William & Marry College menjadi tuan rumah International Physics Olympiads di Halics, 1993. Bersama temannya, Agus Ananda, dan FMIPA UI, dia menggembleng lima siswa untuk mengikuti lomba itu. Hasilnya, Indonesia mendapat satu perunggu dan satu honourable mention.
Keterlibatan dan andilnya untuk hal yang satu itu kian besar. Apalagi sejak 1933 dia duduk sebagai anggota pengurus Olimpiade Fisika Internasional dan Ketua Tim Olimpiade Fisika Indonesia, hingga kini. Dia juga menjadi pengajar dan peneliti pada program pascasarjana UI untuk bidang fisika nuklir (1995-1998).
Dia pun makin mantap di bidang ini dengan dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Bidang Fisika, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Maret tahun ini.
Pengalaman Unik
Bertahun-tahun menggembleng para jenius, President of Asian Phisics Olimpiad ini juga memiliki pengalaman unik. "Ada anak didik saya yang nyeleneh dan kadang membuat saya tertawa geli. Kalau diajar di dalam kelas, dia membawa binatang. Kadang kodok, ayam, atau burung. Bahkan ia sempat menggiring beberapa bebek ke kelas. Jadinya ramai, wek-wek wek-wek. Tapi saya banyak belajar dari mereka," kenang suami Christina Surya ini.
Dari tahun ke tahun, upaya Yohanes Surya menggembleng anak-anak untuk merebut keping-keping medali di ajang adu pintar fisika tingkat dunia pun makin banyak menuai prestasi. Dengan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) yang dia pimpin, dia menggandeng Depdiknas untuk terus menjaring potensi fisikawan muda erta menggemblengnya.
Hasilnya, tahun 2002 di Olimpiade Fisika Internasional, siswa asuhannya berhasil meraih 3 emas. Tahun 2003, berhasil meraih 6 emas pada Olimpiade Fisika Asia di Thailand sekaligus merebut gelar juara umum.
"Saya ingin Indonesia terkenal, terhormat di mata internasional," katanya.
Karena itu pula, sekalipun sarat prestasi fisika, "Saya lebih suka disebut sebagai mediator, atau lebih tepat fasilitator untuk anak-anak meraih hadiah Nobel atau medali emas," katanya.
Di luar itu, Yohanes Surya merupakan penulis produktif bidang fisika. Buku-buku yang sudah dan akan dipublikasikan meliputi IPA Dibuat Mudah untuk siswa SD (8 edisi), Fisika Itu Mudah untuk siswa SLTP (9 edisi), dan Fisika Itu Mudah untuk siswa SMA (9 edisi).
Ia juga menulis komik fisika Archie dan Meidy serta percobaan fisika untuk anak-anak dalam bentuk kartun dengan judul Fisika Itu Asyik.
Sumber : Suara Merdeka (1 Agustus 2004)
Ini Dia Rahasia Pintar Matematika
INILAH.COM, Jakarta – Bagaimana agar pintar dalam pelajaran matematika? Sebuah penelitian mendapati mental aritmetika menjadi lebih mudah diterima oleh orang jika makan, makanan tertentu dalam jumlah besar.
Penelitian mendapati senyawa yang terdapat di coklat dan disebut flavanols sangat membantu dalam melakukan tugas perhitungan matematika. Zat itu juga bisa mengurangi perasaan lelah, serta kekeringaan mental. Demikian penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Psychological Society Inggris.
Prof David Kennedy dari Northumbria University yang merupakan penulis kedua laporan itu mengatakan, coklat sangat membantu tugas yang berhubungan dengan mental.
Penemuan itu menunjukkan pelajar yang makan coklat, saat menghadapi ujian bisa mendapat nilai tinggi.
Flavanols merupakan bagian senyawa kimia yang disebut polyphenols dan bekerja meningkatkan aliran darah ke otak.
Penelitian itu dilakukan pada 30 sukarelawan yang harus mengerjakan tugas menghitung mundur 3 angka antara 800 hingga 999 yang dihasilkan oleh komputer.
Penemuan itu menunjukkan relawan bisa menghitung lebih cepat dan lebih tepat setelah minum coklat.
Namun hasilnya berbeda saat mengerjakan tugas hitung mundur 7 angka karena lebih rumit dan membutuhkan bagian otak yang berbeda.
Penelitian itu juga mendapati rasa lelah melakukan perhitungan lebih kecil saat diberi minuman coklat, meskipun melakukan secara berulang kali selama berjam-jam.[ito]
Penelitian mendapati senyawa yang terdapat di coklat dan disebut flavanols sangat membantu dalam melakukan tugas perhitungan matematika. Zat itu juga bisa mengurangi perasaan lelah, serta kekeringaan mental. Demikian penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Psychological Society Inggris.
Prof David Kennedy dari Northumbria University yang merupakan penulis kedua laporan itu mengatakan, coklat sangat membantu tugas yang berhubungan dengan mental.
Penemuan itu menunjukkan pelajar yang makan coklat, saat menghadapi ujian bisa mendapat nilai tinggi.
Flavanols merupakan bagian senyawa kimia yang disebut polyphenols dan bekerja meningkatkan aliran darah ke otak.
Penelitian itu dilakukan pada 30 sukarelawan yang harus mengerjakan tugas menghitung mundur 3 angka antara 800 hingga 999 yang dihasilkan oleh komputer.
Penemuan itu menunjukkan relawan bisa menghitung lebih cepat dan lebih tepat setelah minum coklat.
Namun hasilnya berbeda saat mengerjakan tugas hitung mundur 7 angka karena lebih rumit dan membutuhkan bagian otak yang berbeda.
Penelitian itu juga mendapati rasa lelah melakukan perhitungan lebih kecil saat diberi minuman coklat, meskipun melakukan secara berulang kali selama berjam-jam.[ito]
Selasa, 12 Mei 2009
Pintar Bahasa Inggris
Bagi sebagian orang (lebih khusus lagi bagi para pelajar), Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang ditakuti. Entah kenapa. Mungkin saja kebanyakan dari kita enggan untuk keluar dari zona nyaman. Ya, kita sudah terlalu nyaman dengan kondisi lingkungan yang ada disekitar kita. Termasuk dalam hal ini adalah bahasanya.
Aku ingat ketika dulu masih SMA, begitu banyak teman-temanku yang memilih untuk takut lebih dulu mempelajari bahasa Inggris dibandingkan mengatasi ketakutan itu. Mereka merasa bahasa Inggris adalah monster yang menakutkan. Karena itu, memilih diam adalah jalan yang terbaik menurut mereka.
Alasan lain yang membuat bahasa Inggris menjadi momok adalah cara mengajar bahasa Inggris di sekolah yang kurang efektif. Kebanyakan biasanya para guru-guru bahasa Inggris mengajarkan tenses dan grammar lebih dulu kepada para siswa, sebelum siswa itu menyukai bahasa Inggris dulu.
Sebenarnya ini bukan kesalahan guru 100% deh. Soalnya kan guru hanya menjalankan kurikulum yang katanya menjadi panduan kita jika ingin sukses di masa depan. Karena itu, kita sebagai siswalah yang harus lebih kreatif agar suasana belajar Bahasa Inggris ini bisa lebih kondusif bagi kita. Bagaimana caranya ?
Buang Jauh-Jauh Tenses dan Grammar
Agak ironis memang. Tapi itulah yang harus kamu lakukan pertama. Ciptakan dulu rasa suka pada Bahasa Inggris. Buatlah cara belajar bahasa Inggris kita seperti saat kita belajar bahasa Indonesia sewaktu kita kecil dulu.
Apakah waktu kecil kita memikirkan tata bahasa ? Misalnya kalau mau minta susu, masa’ kita ngucapin kayak gini “Ibu, bolehkah saya meminta susu untuk saya minum ? Saya sedang haus” Hahaha lucu kan kedengarannya.
Nah, sama aja dengan mempelajari bahasa Inggris. Tata bahasa yang baik itu emang perlu, tapi kalau kita belajar bahasa Inggris langsung dengan tata bahasa yang teratur dan baik, akan sama kedengarannya dengan anak kecil yang meminta susu tadi.
Jadi pokoknya kita asal ngomong aja. Tapi ga asal-asal banget. Yang penting orang ngerti apa yang kita sampaikan itu udah cukup kok. Di negara asalnya pun, banyak orang-orang yang berbicara tanpa grammar (tata bahasa) yang bener kok. Jadi ga perlu takut apalagi minder dengan nilai tata bahasa kamu yang jelek. Pede aja lagi.
Banyakin Kosa Kata dengan Kartu-Kartu
Nah, kalau ga musingin tenses dan grammar, apa yang sebaiknya kita pelajari dulu ?
Kosa kata (vocabulary). Ini yang paling penting. Karena bagaimanapun pintarnya kita tenses dan grammar, kalau kosa kata kita kurang, ya tetep ga akan bisa ngomong juga. Sebaliknya kalau kosa kata bahasa Inggris kita banyak, walaupun tata bahasa kita ancur, kita tetep bisa ngomong dan orang yang kita ajak ngomong itu akan ngerti.
Tantangannya sekarang adalah, bagaimana cara kita menghapal kata-kata bahasa Inggris yang jumlahnya jutaan atau milyaran itu ya ? Oh ya, asal kamu tahu, sebenarnya dalam 80% pembicaraan menggunakan bahasa Inggris, kita hanya menggunakan lebih kurang 1200 kata aja. Itu kata-kata yang umum dipakai.
Jadi kalau kita bisa menghapalkan 1200 kata itu, Insya Allah kita akan bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris. Percaya deh. Nah gimana menyiasati agar kita semakin mudah menghapalnya ? Ini dia tipsnya, menggunakan kartu-kartu.
Pertama potonglah kertas (boleh HVS, kuarto, atau karton) seukuran KTP atau kartu nama. Nah tuliskanlah dibagian depan itu kata bahasa inggris yang belum bisa kamu hapal. Nah dibawah kata itu tuliskan juga contoh katanya dalam sebuah kalimat bahasa Inggris.
Kemudian di belakang kartu itu, tulislah artinya dalam bahasa Indonesia (atau bahasa jawa juga bisa, kalau kamu lebih fasih bahasa jawa dibandingkan bahasa Indonesia ). Trus dibawahnya tulis juga arti dari kalimat bahasa Inggris yang kamu tulis di depan kartu itu.
Susah nulis kalimatnya ? Gampang kok, cari aja di kamus. Biasanya kamus yang bagus juga langsung menyebutkan penggunaan kata tersebut dalam contoh kalimat. Mungkin kamus itu agak sedikit mahal dibandingkan kamus yang tulisannya “100 Milyar kata Bahasa Inggris - Lengkap !”, tapi investasi kamu ga akan percuma kok. Lebih baik beli 2 kamus sekaligus. Inggris - Indonesia dan Indonesia - Inggris.
Udah jadi ? Cukup 5 kartu aja kok perhari. Ga usah banyak-banyak dulu. Kalau kamu bisa ngapal 5 kata aja perhari, trus sebulan kamu bisa hapal 150 kata kan ? Nah dalam 8 bulan kamu udah bisa menghapal 1200 kata. Mudah kan ?
Memang membuat kartu-kartu ini sangat mudah, tapi konsistensi adalah hal yang paling sulit. Karena itu kamu harus menekankan di diri kamu kalau kamu ingin sungguh-sungguh belajar Bahasa Inggris. Insya Allah langkah kamu akan dimudahkan kok.
Banyakin Baca Blog Berbahasa Inggris
Karena saya blogger dan pembaca blog ini juga rata-rata adalah blogger, maka saya menganjurkan agar kalian banyak membaca blog-blog berbahasa inggris. Dulu ketika awal saya membuat blog ini, waktu saya banyak tersita untuk membaca sebuah blog dari Australia yang dikelola oleh Darren Rowse dengan Pro Blogger.net nya.
Awalnya sih sempat bingung juga karena semua artikelnya menggunakan bahasa Inggris (ya iyalah, masa’ bahasa Jawa ? hehehe). Tapi aku coba aja paksa membacanya. Eh, ternyata aku bisa ngerti kok. Walaupun ada beberapa kata yang ga aku ngerti artinya. Tapi inti dari artikel itu bisa aku ngerti dengan baik.
Nah, lama-lama kata yang sebelumnya ga kutahu tadi jadi begitu familiar denganku, dan langsung bisa ngapal di luar kepala, beserta penggunaan katanya dalam kalimat. Jadi, yang terpenting adalah kamu bisa mengerti maksud dari artikel itu. Bukan ngerti kata per kata.
Biasanya bahasa blog itu lebih mudah dimengerti dibandingkan bila kita membaca artikel bahasa Inggris dalam sebuah majalah, buku ataupun koran. Karena dalam majalah, buku ataupun koran itu, menggunakan bahasa Inggris yang kaku. Ga seperti blog yang menggunakan cara penyampaian seperti orang berbicara.
Nih aku kasih daftar blog yang bagus kamu baca untuk ningkatin kemampuan kamu berbahasa Inggris :
ProBlogger
Daily Blog Tips
Daily Writing Tips
John Chow
Shoe Money
Copy Blogger
Ya, semua blog itu adaah tentang blog. Jadi kalian sekaligus bisa belajar berbagai hal tentang blog. Sekali mendayung dua tiga pulau eh dua tiga blog terlampaui kan ?
Jadi belajar bahasa Inggris ga sulit lagi kan ? Oh ya, kalau kalian punya saran dan tips tamabahan bisa diisi di komentar.
Aku ingat ketika dulu masih SMA, begitu banyak teman-temanku yang memilih untuk takut lebih dulu mempelajari bahasa Inggris dibandingkan mengatasi ketakutan itu. Mereka merasa bahasa Inggris adalah monster yang menakutkan. Karena itu, memilih diam adalah jalan yang terbaik menurut mereka.
Alasan lain yang membuat bahasa Inggris menjadi momok adalah cara mengajar bahasa Inggris di sekolah yang kurang efektif. Kebanyakan biasanya para guru-guru bahasa Inggris mengajarkan tenses dan grammar lebih dulu kepada para siswa, sebelum siswa itu menyukai bahasa Inggris dulu.
Sebenarnya ini bukan kesalahan guru 100% deh. Soalnya kan guru hanya menjalankan kurikulum yang katanya menjadi panduan kita jika ingin sukses di masa depan. Karena itu, kita sebagai siswalah yang harus lebih kreatif agar suasana belajar Bahasa Inggris ini bisa lebih kondusif bagi kita. Bagaimana caranya ?
Buang Jauh-Jauh Tenses dan Grammar
Agak ironis memang. Tapi itulah yang harus kamu lakukan pertama. Ciptakan dulu rasa suka pada Bahasa Inggris. Buatlah cara belajar bahasa Inggris kita seperti saat kita belajar bahasa Indonesia sewaktu kita kecil dulu.
Apakah waktu kecil kita memikirkan tata bahasa ? Misalnya kalau mau minta susu, masa’ kita ngucapin kayak gini “Ibu, bolehkah saya meminta susu untuk saya minum ? Saya sedang haus” Hahaha lucu kan kedengarannya.
Nah, sama aja dengan mempelajari bahasa Inggris. Tata bahasa yang baik itu emang perlu, tapi kalau kita belajar bahasa Inggris langsung dengan tata bahasa yang teratur dan baik, akan sama kedengarannya dengan anak kecil yang meminta susu tadi.
Jadi pokoknya kita asal ngomong aja. Tapi ga asal-asal banget. Yang penting orang ngerti apa yang kita sampaikan itu udah cukup kok. Di negara asalnya pun, banyak orang-orang yang berbicara tanpa grammar (tata bahasa) yang bener kok. Jadi ga perlu takut apalagi minder dengan nilai tata bahasa kamu yang jelek. Pede aja lagi.
Banyakin Kosa Kata dengan Kartu-Kartu
Nah, kalau ga musingin tenses dan grammar, apa yang sebaiknya kita pelajari dulu ?
Kosa kata (vocabulary). Ini yang paling penting. Karena bagaimanapun pintarnya kita tenses dan grammar, kalau kosa kata kita kurang, ya tetep ga akan bisa ngomong juga. Sebaliknya kalau kosa kata bahasa Inggris kita banyak, walaupun tata bahasa kita ancur, kita tetep bisa ngomong dan orang yang kita ajak ngomong itu akan ngerti.
Tantangannya sekarang adalah, bagaimana cara kita menghapal kata-kata bahasa Inggris yang jumlahnya jutaan atau milyaran itu ya ? Oh ya, asal kamu tahu, sebenarnya dalam 80% pembicaraan menggunakan bahasa Inggris, kita hanya menggunakan lebih kurang 1200 kata aja. Itu kata-kata yang umum dipakai.
Jadi kalau kita bisa menghapalkan 1200 kata itu, Insya Allah kita akan bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris. Percaya deh. Nah gimana menyiasati agar kita semakin mudah menghapalnya ? Ini dia tipsnya, menggunakan kartu-kartu.
Pertama potonglah kertas (boleh HVS, kuarto, atau karton) seukuran KTP atau kartu nama. Nah tuliskanlah dibagian depan itu kata bahasa inggris yang belum bisa kamu hapal. Nah dibawah kata itu tuliskan juga contoh katanya dalam sebuah kalimat bahasa Inggris.
Kemudian di belakang kartu itu, tulislah artinya dalam bahasa Indonesia (atau bahasa jawa juga bisa, kalau kamu lebih fasih bahasa jawa dibandingkan bahasa Indonesia ). Trus dibawahnya tulis juga arti dari kalimat bahasa Inggris yang kamu tulis di depan kartu itu.
Susah nulis kalimatnya ? Gampang kok, cari aja di kamus. Biasanya kamus yang bagus juga langsung menyebutkan penggunaan kata tersebut dalam contoh kalimat. Mungkin kamus itu agak sedikit mahal dibandingkan kamus yang tulisannya “100 Milyar kata Bahasa Inggris - Lengkap !”, tapi investasi kamu ga akan percuma kok. Lebih baik beli 2 kamus sekaligus. Inggris - Indonesia dan Indonesia - Inggris.
Udah jadi ? Cukup 5 kartu aja kok perhari. Ga usah banyak-banyak dulu. Kalau kamu bisa ngapal 5 kata aja perhari, trus sebulan kamu bisa hapal 150 kata kan ? Nah dalam 8 bulan kamu udah bisa menghapal 1200 kata. Mudah kan ?
Memang membuat kartu-kartu ini sangat mudah, tapi konsistensi adalah hal yang paling sulit. Karena itu kamu harus menekankan di diri kamu kalau kamu ingin sungguh-sungguh belajar Bahasa Inggris. Insya Allah langkah kamu akan dimudahkan kok.
Banyakin Baca Blog Berbahasa Inggris
Karena saya blogger dan pembaca blog ini juga rata-rata adalah blogger, maka saya menganjurkan agar kalian banyak membaca blog-blog berbahasa inggris. Dulu ketika awal saya membuat blog ini, waktu saya banyak tersita untuk membaca sebuah blog dari Australia yang dikelola oleh Darren Rowse dengan Pro Blogger.net nya.
Awalnya sih sempat bingung juga karena semua artikelnya menggunakan bahasa Inggris (ya iyalah, masa’ bahasa Jawa ? hehehe). Tapi aku coba aja paksa membacanya. Eh, ternyata aku bisa ngerti kok. Walaupun ada beberapa kata yang ga aku ngerti artinya. Tapi inti dari artikel itu bisa aku ngerti dengan baik.
Nah, lama-lama kata yang sebelumnya ga kutahu tadi jadi begitu familiar denganku, dan langsung bisa ngapal di luar kepala, beserta penggunaan katanya dalam kalimat. Jadi, yang terpenting adalah kamu bisa mengerti maksud dari artikel itu. Bukan ngerti kata per kata.
Biasanya bahasa blog itu lebih mudah dimengerti dibandingkan bila kita membaca artikel bahasa Inggris dalam sebuah majalah, buku ataupun koran. Karena dalam majalah, buku ataupun koran itu, menggunakan bahasa Inggris yang kaku. Ga seperti blog yang menggunakan cara penyampaian seperti orang berbicara.
Nih aku kasih daftar blog yang bagus kamu baca untuk ningkatin kemampuan kamu berbahasa Inggris :
ProBlogger
Daily Blog Tips
Daily Writing Tips
John Chow
Shoe Money
Copy Blogger
Ya, semua blog itu adaah tentang blog. Jadi kalian sekaligus bisa belajar berbagai hal tentang blog. Sekali mendayung dua tiga pulau eh dua tiga blog terlampaui kan ?
Jadi belajar bahasa Inggris ga sulit lagi kan ? Oh ya, kalau kalian punya saran dan tips tamabahan bisa diisi di komentar.
Mengatasi Grogi saat Bicara didepan Publik
Seorang pecinta tulisan saya di sebuah rubrik koran lokal melontarkanpertanyaan bagaimana mengatasi grogi pada saat bicara di depan umum(publik)? Meski ia sudah mempersiapkannya sebaik mungkin tetap saja grogi.Masalah grogi adalah masalah yang dialami oleh siapa saja yang sedangbelajar bicara di depan publik (selanjutnya saya sebut bicara). Keterampilanini adalah keterampilan proses, sebuah keterampilan yang tidak datangseketika. Artinya, bila ingin mengusainya diperlukan banyak berlatih danberlatih.Untuk mengupas masalah grogi dan cara mengatasinya saya akan menggunakandua pendekatan. Pendekatan pertama saya menggunakan pendekatan neurologisyakni bagaimana pikiran kita mencerna "keberadaan publik" (audience); danpendekatan kedua adalah pendekatan praktis yakni bagaimana kiat-kiat praktismenghadapi grogi. Setidaknya, dua pendekatan itu sudah saya praktikkan dalam hidup saya. Sayadulu yang pemalu luar biasa (bayangkan dulu saya tidak berani bilang "Kiri"pada saat naik bus/angkutan umum. Takut/malu kalau banyak orang yang nengokke arah saya). Kini saya sudah terbiasa bicara di depan publik, bahkanmenjadi pembicara publik dan motivator yang dibayar. Baik, selanjutnya saya jelaskan pendekatan pertama, kenapa secara neurologis(syaraf otak) seseorang bisa menjadi grogi. Seseorang menjadi grogi ataubahkan sebaliknya menjadi senang bila di depan pulik itu sangat tergantungbagaimana syaraf otak merespon atau menanggapi sesuatu yang berada di luar,yaitu --dalam hal ini-- audience (publik).Perilaku (grogi, takut, senang dan lain-lain) merupakan hasil dari responpikiran kita. Kalau kita merespon/menanggapi sesuatu di luar adalah sesuatuyang menakutkan, maka pikiran (syaraf) segera mengolahnya menjadi sebuahketakutan. Sebaliknya, kalau kita meresponnya sesuatu yang menyenangkan,maka semua sel-sel dan jutaan syaraf segera mengolahnya menjadi hal yangmenyenangkan. Lebih kongkritnya begini. Kalau Anda membayangkan jeruk nipis (sesuatu yangberada di luar Anda) terasa kecut, maka syaraf otak segera membayangkannyarasa kecut itu. Bahkan dengan hanya membayangkan saja air liur bisa keluarsebagai respon terhadapnya. Sebaliknya, kalau Anda membayang buah anggur yang segar, baru keluar darikulkas, syaraf otak segera membayangkannya buah manis yang menyegarkan.Begitulah cara pikiran kita bekerja, atau meresponnya. Bila Andamenanggapinya dengan negatif maka pikiran bekerja dengan cara negatif,milyaran sel syaraf bekerja untuk memperkuat respon negatif Anda. Bila Andameresponnya dengan cara positif, maka seluruh jaringan syaraf bekerja sekuattenaga untuk memperkuat respon positif Anda.Audience (publik) bukanlah buah jeruk nispis yang kecut atau buah angguryang manis menyegarkan. Audience adalah sesutau yang netral sifatnya."Manis" dan "kecut"-nya, arau "menakutkan" (yang membuat Anda grogi) atau"menyenangkan" sangat tergantung bagaimana Anda meresponnya. Ketika Anda meresponnya sebagai seuatu yang "menakutkan" syaraf otak segerabekerja dengan cara yang negatif. Hasilnya mejadi negatif. Syaraf otak segera bekerja untuk menemukan sejumlah alasan negatif untukmeyakinkan bahwa audience itu "menakutkan". Alasan-alasan yang ditemukan oleh pikiran negatif berupa: 1) audienceterlalu banyak dan banyak orang yang sudah pintar bicara, maka saya kurangpede; 2) audience akan meneriaki "huuuuuuu..?" bila saya salah; 3) audienceakan mempergunjingkan saya bila saya salah;4) saya akan malu bila apa yang saya sampaikan tidak menarik; 5) saya akanmalu bila saya salah dalam bicara nanti dan; 6) masih banyak alasan negatifyang mengantarkan Anda menjadi semakin tidak percaya diri atau grogi.Hasilnya, keringat dingin keluar, gemetar, bicara tidak lancar dansalah-salah terus selama bicara. Pada saat seperti itu, pikiran sibukmemikirkan audience yang "menakutkan" ketimbang memimikirkan materi yang sedang di sampaikan. Akan menjadi berbeda hasilnya bila Anda meresponnya secara positif. Pikran Anda akan segera mencarikan sejumlah alasan positif yang menguatkanAnda tampil lebih percaya diri. Anda akan tampil lebih percaya diri bila memandang audience sebagai: 1) sekelompok manusia yang sedang memberikan kesempatan baik pada Anda untukbicara; 2) mereka tidak akan menghukum bila Anda keliru;3) keliru dalam berlatih bicara adalah hal yang wajar yang dialami olehsetiap orang; 4) mereka juga belum tentu memiliki keberanian untuk bicara;5) kalau pun ia diberi kesempatan bicara ia pasti melakukan kesalahanseperti Anda; 6) dalam sejarah belum ada audience yang "mencemooh" pembicarabila dalam menyampaikannya secara santun dan; 7) ini adalah kesempatanterbaik untuk berlatih bicara. Dengan kata lain, audiene bukan menjadi beban pikiran selama Anda bicara.Bila perlu Anda cuek-bebek (tapi sopan) selama bicara. Ketika Anda telah mengusai audience dengan cara respon positif sepertitersebut di atas, pikiran Anda tinggal fokus pada materi. Perlu dicatat bahwa mengapa seorang pembicara grogi karena pikirannya selamabicara sibuk memikirkan audiencenya yang dianggap "menakutkan". Menakutkanatau tidaknya sangat tergantung bagaimana pikiran kita "menafsirkannya".Bila menafsirkannya sebagai hal yang tidak menakutkan, maka pikiran akanlancar, fokus pada topik, bicara pun lancar tanpa beban grogi. Semua yang saya jelaskan di atas adalah mengunakan pendekatan neurologis.Selanjutnya saya menggunakan pendekatan praktis dalam mengatasi grogi.Sebelum saya memberikan tips bagaimana cara mengatsi grogi saat pidato perlusaya ingatkan kembali bahwa keterampilan bicara(pidato) adalah keterampilan proses. Tidak ada orang yang langsung menjadiahli bicara. Semuanya diawali dari, malu, gemetar dengan keringat dingin,grogi dan sejuta rasa lainnya. Jangankan bagi yang belum pernah pengalaman,seorang yang sudah pengalaman pun kadang- kadang masih dihinggapi rasakurang pede dan grogi. Jadi kalau menuggu sampai tidak ada rasa grogi,dibutuhkan waktu dan jam terbang yang lama. Butuh proses.Cara-cara berikut ini adalah cara praktis yang saya gunakan bagaimanamengatasi grogi.Pertama, tingkatkan rasa percaya diri (pede). Kalau kita pede, keberanianmeningkat, tetapi kalau belum apa-apa sudah takut dulu, rasa pede mengecil.Akibatnya sudah grogi dulu sebelum bicara. Untuk bisa meningkatkan rasapede, coba sebelum Anda bicara, Anda membayang seorang tokoh pintar bicarayang menjadi idola Anda. Setelah membayangkan secara jelas, anggap saja dia merasuk dalam jiwa Andayang membantu Anda pada saat bicara. Anggap saja dia yang bicara, tapi bukanAnda.Kedua, berani bicara kapan dan dimana saja bila ada kesempatan tampil didepan umum. Jangan takut salah dan takut ditertawakan, bicara dan bicaralah.Kalau Anda tidak pernah mencobanya, maka tidak pernah punya pengalaman.Jangan berpikir, benar-salah, bagus-tidak, mutu-tidak, selama bicara.Pokoknya, Anda sedang uji nyali, berani atau tidak. Ketika Anda beranimencobanya, berarti nyali Anda hebat. Semakin sering Anda lakukan, semakin kuat nyalinya dan tidak takut lagi.Pokoknya Anda harus berani malu.Keitga, mulailah dari kelompok kecil. Berlatihlah bicara padakelompok-kelompok kecil dulu seperti karang taruna, kelompok belajar,pertemuan RT/RW. Bicaralah sebisanya dan jangan buang kesempatan. Yangseperti ini sudah saya lakukan, saya mulai dari kelompok belajar, panitiaseminar, dan acara-acara pengajian. Lama- ama saya biasa. Ingat Anda bisakarena biasa. Keempat, tulis dulu sebagai persiapan. Sebelum bicara, alangkah baiknyaditulis dulu topik dan urutan penyampaiannya. Sebab, tanpa ditulis dulu,biasanya lupa saat bicara dan menjadikan materinya tidak runtut. Ada duacara dalam menulis, menulis lengkap kenudian tinggal membaca atau tulispokok-pokonya saja. Bila Anda menulis lengkap akan sangat membantu Andabicara, tetapi keburukannya membosankan. Apalagi intonasi bacanya jelek.Yang baik adalah pokok- pokok saja, kemudian Anda menguraiakannya saatbicara, tetapi keburukannya, Anda bisa lupa tentang datailnya.Kelima, akan lebih baik kalau memiliki kebiasaan menulis. Menulis apa saja,cerita, artikel, surat atau catatan harian. Catatan harian akan sangatmembantu. Kenapa menulis? Karena dengan menulis adalah cara efektif untukmembuat sebuah "bangunan logika", sebuah bangunan yang masuk akal. Bila Andaterbiasa menuliskan topik-topik yang masuk akal, maka akan membantu padasaat bicara. Tinggal memanggil ulang saja.Keenam, perbanyak membaca. Orang bicara atau menulis, tidak lepas darikegiatan membaca. Dengan banyak membaca menjadi banyak pengetetahuan yangdapat dijadikan acuan pada saat bicara atau menulis. Kebuntuan dalam bicaraterjadi karena tidak saja grogi tetepi juga karena terbatasnya acuan(informasi) yang dimilikinya.Ketujuh, janganlah menjadi pendiam saat ada diskusi atau debat. Bicaralah, jangan pikirkan Anda menang atau kalah dalam berdebat, tetapijadikannlah media debat menjadi media pembelajaran dalam mengasahketerampilan bicara. Juga, biasakanlah berdsiskusi, jangan hanya menjadipendengar yang baik (diam saja) tapi Anda harus menjadi pembicara yang baik.Kedelapan, rajin mengevaluasi diri sehabis bicara. Karena berbicaramerupakan keterampilan proses, maka sebaiknya rajin mengevaluasi diri setiapsaat sehabis bicara. Seringkali (pengalaman saya) saya merasa tidak puasdengan hasil akhir bicara. Selalu ada saja kekurangannya, banyak topik yanglupa tidak tersampaikan. Kekurangan ini harus menjadi catatan untuk tampillebih baik pada kesempatan mendatang. Kesembilan, komitmen untuk terus berlatih. Tiada sukses tanpa latihanterus menerus. Tiada juara tanpa banyak latihan. Tiada bicara tanpa grogibila hanya tampil (berlatih) satu atau dua kali saja. Bicaralah saat adakesempatan bicara, karena keterampilan berbicara hanya dapat diperolehdengan "berbicara" bukan dengan cara "belajar tentang". Satu ons praktikbicara lebih baik dari pada satu ton teori berbicara. Selamat mencoba.dari Waidi
Megantisipasi Soal Ujian
Berikut ini adalah beberapa tips agar siap dalam menghadapi ujian. Artikel ini diambil dari CD MediaUM-UGM mengadaptasi beberapa informasi dari On Becoming a Master Student oleh David B. Ellis dan dari How to Study in College oleh Walter Pauk.
Perhatikan setiap pedoman belajar yang dibagikan oleh dosen dalam kelas sebelum ujian, atau bahkan pada awal kuliah. Misalnya: poin utama, bab-bab tertentu atau bagian-bagian suatu bab, handouts, dll.
Tanyalah dosenmu apa yang perlu diantisipasi dalam ujian bila dia tidak memberikan informasi sedikitpun.
Perhatikan dengan lebih seksama - sebelum ujian - poin-poin yang yang diangkat oleh dosen dalam kuliah.
Buatlah daftar pertanyaan ujian yang akan kamu buat bila kamulah yang membuat soalnya, kemudian cobalah untuk menjawabnya.
Pelajari ujian-ujian sebelumnya yang telah dinilai oleh dosen.
Berdiskusilah dengan teman kuliahmu untuk menebak kira-kira soal apa yang akan keluar dalam ujian.
Perhatikan pada petunjuk yang menunjukkan bahwa dosen mungkin menguji pada suatu ide tertentu, seperti ketika dosen:
berbicara tentang sesuatu lebih dari satu kali.
menulis material pada papan tulis.
memberikan waktu untuk mencatat.
bertanya-tanya.
berkata, “Ini akan muncul dalam ujian!”
Perhatikan setiap pedoman belajar yang dibagikan oleh dosen dalam kelas sebelum ujian, atau bahkan pada awal kuliah. Misalnya: poin utama, bab-bab tertentu atau bagian-bagian suatu bab, handouts, dll.
Tanyalah dosenmu apa yang perlu diantisipasi dalam ujian bila dia tidak memberikan informasi sedikitpun.
Perhatikan dengan lebih seksama - sebelum ujian - poin-poin yang yang diangkat oleh dosen dalam kuliah.
Buatlah daftar pertanyaan ujian yang akan kamu buat bila kamulah yang membuat soalnya, kemudian cobalah untuk menjawabnya.
Pelajari ujian-ujian sebelumnya yang telah dinilai oleh dosen.
Berdiskusilah dengan teman kuliahmu untuk menebak kira-kira soal apa yang akan keluar dalam ujian.
Perhatikan pada petunjuk yang menunjukkan bahwa dosen mungkin menguji pada suatu ide tertentu, seperti ketika dosen:
berbicara tentang sesuatu lebih dari satu kali.
menulis material pada papan tulis.
memberikan waktu untuk mencatat.
bertanya-tanya.
berkata, “Ini akan muncul dalam ujian!”
Langganan:
Postingan (Atom)
